Skenario Tuhan di Negeri Garuda

Pada suatu ketika di negara Garuda, telah terjadi beberapa peristiwa yang menarik pasang mata. Tetapi, rakyat terlalu peduli dengan seniman dari negeri Gangga yang berpura-pura menangis melalui televisi dibandingkan itu. Sayang sekali untuk dilewatkan. Padahal, ini langsung disutradarai oleh Tuhan. Skenario telah dibuat dengan matang, tentu bisa diubah namun terlanjur. Para aktor sudah senang dengan skenario yang diberikan. Berikut beberapa skenarionya:

Disaat orang berpendidikan tinggi atau bagi masyarakat disebut dengan “orang intelek”, bertindak bodoh di hadapan orang banyak. Salah satunya dengan melompat dari panggung secara sadar dan berani tanpa takut tidak ditangkap oleh penggemarnya. Bukan, dia bukanlah vokalis yang sedang moshing di gigs.

Belum lagi ditambah dengan orang berpakaian serba putih yang selalu saja duduk di kursi empuk bak raja tetapi, tuan rumah yang mengundang duduk bersila bak jelata. Berteriak menggunakan satu, bahkan tiga pengeras suara! Hail!

Ada lagi? Tentunya. Saat penjaga terkuat negeri ini melatih orang-orang yang dengan terang-terangan tidak menerima ideologi yang diciptakan oleh The Founding Father beserta rekan-rekannya. Bagaimana nantinya jika mereka lihai memainkan senjata?

Pengumpul sedekah mendadak kaya, mengambil jatah persenan dari para donatur. Mereka menyamakannya dengan zakat, mereka berhak mengambil sebagian, mereka berhak menggunakannya secara bebas. Itu zakat atau zakar?

Guru-guru yang dipandang (seharusnya) pintar, malah terlihat bodoh dari muridnya. Menyebarkan cerita palsu, berbangga karena seorang tawanan telah memberinya pekerjaan sebelumnya yang meredup, hingga bercita-cita menjadi seorang taipan di negeri ini. Jiwa kewirausahaannya sungguh tinggi.

Pemimpin otonomi pun tak mau kalah dengan orang-orang diatas. Telah beristri tapi tetap terpincut wanita bersuami. Tanpa ragu langsung menanggalkan pakaian dan menikmati kenikmatan duniawi yang hanya ditemukan di malam jumat saja sebetulnya. Ah, sudah kepalang tidak tahan, hajar saja!

Maha Besar Tuhan yang telah menjadikan mereka semua aktor. Memang, bukan lewat layar kaca tetapi, lewat dunia nyata. Kemudian bagaimana dengan rakyat? Mereka masih tetap mantap melihat seniman negeri Gangga berpura-pura. Cerita mereka lebih menarik daripada cerita diatas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s